Monday 05-10-2026

Pendidikan Gratis di Depan Mata, Saatnya Mahasiswa Ikut Mengawal

  • Created Oct 05 2026
  • / 77 Read

Pendidikan Gratis di Depan Mata, Saatnya Mahasiswa Ikut Mengawal

Presiden Prabowo Subianto kembali menyampaikan gagasannya untuk menghadirkan pendidikan gratis, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Gagasan tersebut bukan sekadar wacana, tetapi mulai ditindaklanjuti pemerintah melalui rapat terbatas yang melibatkan sejumlah menteri terkait.

Saat ini, kebijakan pendidikan gratis tengah dikaji secara serius oleh pemerintah. Salah satu langkah awal yang disiapkan adalah pelaksanaan pilot project pada 2027, terutama untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dengan anggaran sekitar Rp5 triliun.

Langkah tersebut tentu patut diapresiasi. Pendidikan merupakan salah satu instrumen paling penting untuk memutus rantai kemiskinan dan memperluas kesempatan bagi masyarakat. Ketika biaya pendidikan dapat ditekan, semakin banyak anak Indonesia memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Karena itu, gagasan pendidikan gratis semestinya tidak langsung dilihat melalui kacamata politik pro dan kontra. Ada kepentingan yang jauh lebih besar, yakni memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak kehilangan kesempatan belajar hanya karena persoalan biaya.

Dalam konteks tersebut, mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda seharusnya dapat mengambil posisi yang konstruktif. Kritik tetap diperlukan, tetapi kritik tidak harus selalu diwujudkan melalui demonstrasi di jalan. Ada ruang yang jauh lebih produktif untuk ikut menentukan arah kebijakan.

Mahasiswa dapat berkumpul, melakukan kajian, menyusun rekomendasi, serta memberikan masukan kepada pemerintah. Misalnya, bagaimana memastikan pendidikan gratis benar-benar tepat sasaran, bagaimana kualitas pendidikan tetap terjaga, dan bagaimana perguruan tinggi dapat menjalankan program tersebut secara berkelanjutan.

Pengawalan juga penting agar kebijakan pendidikan gratis tidak berhenti sebagai slogan. Mahasiswa dapat menjadi bagian dari masyarakat sipil yang mengawasi pelaksanaan program, terutama di wilayah 3T yang menjadi sasaran awal pilot project.

Jika tujuan akhirnya adalah membuka akses pendidikan seluas-luasnya, maka gagasan tersebut semestinya mendapatkan dukungan bersama. Perbedaan pandangan mengenai teknis pelaksanaan justru dapat menjadi bahan untuk memperbaiki kebijakan, bukan alasan untuk menolak tujuan besarnya.

Kini saatnya mahasiswa tidak hanya menjadi kelompok yang turun ke jalan ketika pemerintah membuat kebijakan. Untuk agenda sebesar pendidikan gratis, mahasiswa dapat mengambil peran yang lebih strategis: berkumpul, mengkaji, memberi masukan, sekaligus mengawal agar gagasan Presiden Prabowo benar-benar membuka jalan pendidikan bagi jutaan anak Indonesia.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First